1. Discovery sebelum akun dibuat
Kumpulkan URL site, niche, target audience, bahasa, negara, tone brand, monetization method, dan apakah client organik saja atau juga paid traffic. Jangan mulai dari teknis dulu tanpa context bisnis ini.
Urutan kerja yang disarankan saat membawa client pertama masuk ke TipsAI agar setup cepat, aman, dan tidak terasa manual-first.
Kumpulkan URL site, niche, target audience, bahasa, negara, tone brand, monetization method, dan apakah client organik saja atau juga paid traffic. Jangan mulai dari teknis dulu tanpa context bisnis ini.
Aktifkan plan yang sesuai, buat site pertama, lalu isi context AI. Jika client memakai WordPress sendiri, siapkan juga REST API dan Application Password sebelum menjanjikan autopublish.
Mulai dari cluster keyword yang aman, jelas relevansinya, dan mudah diaudit. Tentukan apakah mode awal berada di observe, safe, atau growth, lalu jelaskan mana action yang tetap perlu approval.
Sebelum client benar-benar live, cek mail test, publish readiness, featured image flow, Search Proof, dan notifikasi kritis. Ini mengurangi situasi di mana agent jalan tetapi hasilnya tidak terlihat client.
Jadwalkan review singkat setelah 24 jam, 72 jam, dan 7 hari. Fokus pada artikel yang terbit, health AI, indexing signal, alert kritis, dan apakah content plan perlu diganti agar client cepat melihat ritme kerja yang benar.
Email: [email protected]
Gunakan tool ini untuk melihat HTTP status, title, meta, robots.txt, dan sitemap.xml dari sinyal publik sebelum site masuk ke workflow AI TipsAI.
Ini estimasi dari sinyal publik. Tool ini tidak membaca akun traffic, akun iklan, atau data privat monetisasi.